Selamat ulang tahun istriku tercinta

Tak terasa sudah lebih 10 tahun kami saling mengenal. Di awali kedekatan lewat candaan dan celaan lewat email. Pulang bersama rombongan dari cikopo sampai jati bening, sampai akhirnya kami mulai mengenal lebih jauh tentang diri masing-masing. Mulai menceritakan kesedihan terdalam masing-masing. Mulai merasakan kedekatan dan kehangatan, hingga akhirnya menikah dan dikaruniai 2 anak yang hebat dan akan semakin hebat. Ya, semakin hebat, karena berada ditangan yang insya Allah baik.

Tulisan ini dibuat untuk istri tercinta “Ratna Ika Porawidya”. Perempuan yang sudah 10 tahun bersama menjalani bahtera hidup berdua. Perempuan ini mungkin di hadirkan diwaktu yang tepat. Mengembalikan hidup saya yang saat itu kosong, kehilangan setengah hati saya. Dia mau mendengarkan segala cerita sedih yang menghiasi hari-hari muram saya. Mendengarkan dengan ceria, memberikan semangat untuk maju. Dengan dia, saya keluarkan semuanya, dan karena dia saya bisa tertawa, tersenyum yang datang dari hati. Dia kembalikan semangat saya untuk bisa menjadi tambatan orang lain lagi, dengan ceritakan semua yang pernah menjadi kesedihannya. Dia membuat saya kembali berarti.

Dia adalah perempuan yang otaknya encer, jauh lebih encer dari saya. Kita bisa tukar pikiran apa saja. Saya bisa diskusikan semua hal. 2 tahun lalu saya di persimpangan jalan arah perjalanan karir. Dengan dia, saya bertukar pikiran, diskusi siang malam, dari hati ke hati. “Selama tidak membuat papi jauh dari mami dan anak-anak, itulah yang terbaik”, kalimat itulah yang membuat saya memilih jalan saat ini. Kalimat yang menunjukan betapa dia tidak mengedepankan harta, tapi keberadaan kasih sayang diantara kami. Tidak jarang dia beri masukan yang mantap untuk membantu saya memecahkan masalah kerjaan. Dia partner terbaik untuk diskusi masalah anak mulai kesehatan, agama, sampai pendidikan. Bukan berarti di perempuan sempurna, otak encernya bisa hilang saat moodnya jelek. Hal yang baik sekalipun bisa jadi bencana kalau mood nya jelek.

Dia adalah perempuan yang kuat. 2 kali operasi besar dia pernah alami. Hamil diluar kandungan dan usus buntu. Untuk kasus pertama, dia bahkan harus menunggu 12 jam untuk sampai ke operasi. Mulai dari menunggu saya balik dari cikampek, ke klinik, ke kantor bapak, menunggu di UGD, menunggu saya urus administrasi. Padahal pada prosesnya dia dua kali pingsan, tapi dia tetap kuat. 2 kali kelahiran anak semuanya dilalui dengan kelahiran normal. Ini adalah keputusan yang teguh dari dia untuk jalani. Segala informasi dia kumpulkan. Segala aturan dia jalani, bahkan untuk anak ke dua harus cek rutin cek lab agar gula darah terkontrol demi kelahiran normal. Saat kelahiran, disitu saya melihat kekuatan terbesarnya, menahan kontraksi sepanjang malam sampai pagi dan masih harus mengeluarkan tenaga untuk mengantarkan anak kami keluar. Tidak ada keraguan darinya untuk menghadapi ini. I love her more and more due to this. I was there besides her.

Dia adalah perempuan yang selalu berikan kasih sayang terbaik untuk anak-anak. Saat anak pertama kami lahir, Dia masih bekerja membantu saya mengumpulkan rejeki. Ini adalah perjuangan terbesarnya. Mengalahkan rasa di hati untuk bersama anak namun harus bekerja. Dia jalani ini sampai dengan kelahiran anak kedua kami. Pada akhirnya harus berhenti juga karena tidak ingin anak-anak kami kembali patah hati karena ditinggal pengasuh yang bolak balik berganti. Bukan hal yang mudah juga saat dia harus berhenti dimana dia juga senang bekerja dan mampu mengasah otaknya. Pilihan ini murni karena kasih sayang ke anak-anak. Dengan sekuat tenaga kami kencangkan ikat pinggang agar semua terpenuhi.

Dia adalah perempuan yang asik. Dia jauh lebih “gaul” dibanding saya yang norak dan ortodok. Dia tahu hampir semua tempat nongkrong, gaul di Jakarta. Dia yang akan langsung cek tanggal di kalender yang banyak merahnya untuk jadwal liburan :-). Dia jago makan, dengan tubuh mungilnya, dia akan cari semua tempat makan yang enak untuk dikunjungi setiap liburan. She has the same look compare to 10 years before. Ya memang lebih berisi, tapi dia masih bisa dianggap anak kuliahan. Tidak akan bisa begini kalau dia tidak bisa membuat dirinya asik. Keluhan tentang capeknya ngurus anak pasti muncul, tapi selalu hilang dengan dia membuat dirinya asik. Menulis adalah salah satu kegiatan yang akan membuatnya asik, selain dari berkebun dan window shopping. Dia lebih senang membuat saya belanja, namun dia hanya memberikan masukan. Urusan asik-asik, berlibur, makan dan jalan-jalan.. she is our best.

Tidak ada manusia yang sempurna. Masih banyak hal yang bisa lebih baik dari sekarang. Masih banyak yang belum dia keluarkan..

Dihari lahirnya yang ke 35, semoga selalu dalam kesehatan, selalu dalam kebahagian. Menjadi perempuan yang lebih baik lagi dunia dan akhirat. Menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anak kami. Selalu melengkapi hidup saya, mengingatkan dan mendukung saya.. I love you more and more honey..

_DSC2446 b

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s